Program Kaki Langit


kakilangitLATAR BELAKANG Dalam menyikapi Mukadimah Guru Besar PGB Bangau Putih, kami Dewan Keorganisasian PGB Bangau Putih Pusat-Bogor mewujudkannya di lingkungan masyarakat sekitar Padepokan PGB Bangau Putih di Desa Sampay, Kelurahan Tugu Selatan, Kec. Cisarua, Kab. Bogor, dengan program yang diberi nama Kaki Langit. Program ini merupakan salah satu bagian dari kepedulian PGB Bangau Putih terhadap lingkungan sekitar, khususnya dalam hal pengembangan sumber daya manusia bagi generasi penerus terutama anak-anak dan remaja.

Perguruan Silat PGB Bangau Putih dalam dinamika keberadaannya, kini di usia yang akan mencapai ke-64 tahun, sudah  selayaknya jika Dewan Keorganisasian PGB Bangau Putih melengkapi pirantinya untuk merespon perkembangan zaman. Hingga, pada waktunya, dapat menjadi sebuah lembaga yang kehadirannya mampu memberikan sumbangsih pada pengembangan arah pendidikan dan kebudayaan nasional.

Sarana padepokan perguruan yang mencukupi akan dijadikan sebagai sentra “Laboratorium Silat PGB Bangau Putih”, yang kemudian disingkat menjadi Silatorium, dapat meliputi orang dan juga tempat. 

  1. Sebagai tempat, secara terbuka atupun tertutup; yang dipergunakan untuk melakukan kegiatan pendidikan maupun pelatihan ilmu silat yang berhubungan atau berkaitan dengan disiplin ilmu lain.  
  2. Sedangkan sebagai orang adalah pelaku kegiatan tersebut; penggiat seni olah-gerak dapat menerapkan pelatihan yang berkaitan dengan disiplin ilmu lain.

Tujuan

Program Kaki Langit akan diarahkan menjadi sebuah wadah untuk pengembangan pendidikan alternatif yang berbeda dengan pendidikan formal. Sekolah alam menjadi salah satu bentuk pendidikan alternatif yang menggunakan alam sebagai tempat belajar, bahan mengajar, dan juga sebagai objek pembelajaran.

 

KONSEP PROGRAM KAKI LANGIT 2016

A.   Prinsip Dasar
Program Kaki Langit menerapkan prinsip dasar dalam menyusun kurikulum, yaitu:

  1. Menggeser paradigma silat beladiri tidak sebatas tangkis dan pukul
  2. Penuh muatan aktivitas yang menggali potensi sumber daya alam, manusia, dan budaya
  3. Buku, internet, dan disiplin ilmu lainnya akan mengisi dan memperkuat konsep dan pencapaian kegiatan belajar mengajar
  4. Contoh dan teladan dari tenaga pembimbing merupakan hal utama yang memperkuat dan memperkaya pengalaman siswa

B.   Standar Pendidikan
Silat dan kearifan lokal merupakan pengetahuan eksplisit yang muncul dari periode panjang dan berevolusi bersama-sama masyarakat dan lingkungannya dalam sistem lokal. Proses evolusi yang begitu panjang dan melekat dalam masyarakat dapat menjadikan kearifan lokal sebagai sumber energi potensial dari sistem pengetahuan kolektif masyarakat untuk hidup bersama secara dinamis dan damai. Pengertian ini melihat kearifan lokal tidak sekadar sebagai acuan tingkah-laku seseorang, tetapi lebih jauh, yaitu mampu mendinamisasi kehidupan masyarakat yang penuh keadaban.

Secara substansial, kearifan lokal itu adalah nilai-nilai yang berlaku dalam suatu masyarakat. Nilai-nilai yang diyakini kebenarannya dan menjadi acuan dalam bertingkah-laku sehari-hari masyarakat setempat. Oleh karena itu, sangat beralasan jika dikatakan bahwa kearifan lokal merupakan entitas yang sangat menentukan harkat dan martabat manusia dalam komunitasnya.

Mengacu pada sistem pelatihan silat yang dipadu padankan dengan kearifan lokal dan modernitas dengan menitik-beratkan pada pembentukan karakter, yaitu :

  1. Kepribadian; mengenal kepribadian dan budi pekerti luhur sebagai seorang manusia
  2. Olah-rasa; pemberdayaan olah rasa
  3. Leadership; Jiwa kepemimpinan
  4. Kreatifitas; Proses mental yang memunculkan gagasan

 

C. Proses Belajar Mengajar
Bahwa proses belajar mengajar adalah proses pencarian pengalaman dan proses pen-strukturannya :

  • Bersama Alam; Anak-anak tumbuh & berkembang menjadi manusia terbaik (Proses)
  • Kepada Alam; Anak-anak mengambil hikmah / pembelajaran di balik kejadian (Observasi)
  • Dari silat – sumpah warga persatuan; proses kembang tumbuh anak-anak diadopsi dari pembelajaran perilaku hidup perguruan

D. Metode Belajar

  • Menerapkan metode silat web, siswa belajar dengan berbasis olah tubuh sebagai sarana pembelajaran
  • Melalui proses eksplorasi, siswa belajar dengan melibatkan semua potensi dirinya
  • Dengan pembelajaran aktif, siswa belajar berinteraksi langsung dengan lingkungannya

E. Aneka Kegiatan Siswa
Berlatih silat, Berkebun, Permakultur, Observasi, Komputer, Seni, Eksplorasi tanaman keras, dll.

F. Test & Seleksi
Dilakukan test ulang bagi keseriusan siswa lama dan tes kematangan bagi siswa baru sehingga dapat diadakan dialog pendidikan bagi orangtua siswa. Test kematangan dilakukan untuk seleksi berdasarkan perkembangan mental untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di program Kaki Langit. Test seleksi yang dilakukan BUKAN tes akademik, melainkan tes berdasar kebutuhan dasar dari pilot project di perguruan.

H. Quota dan Usia

  • SD Kelas 3 – 6: 20 siswa, usia 8 s/d 11 tahun
  • SMP Kelas 1 – 3: 20 siswa, usia 12 s/d 15 tahun
  • Putus sekolah: 20 siswa, dibawah usia 18 tahun
  1. Tenaga Pengajar dan Perlengkapan Pendukung

Tenaga pengajar / volounteer, yang diperlukan antara lain:

  • Bidang Silat Beladiri
  • Bidang Permakultur
  • Bidang Komputer
  • Bidang Seni

Perlengkapan pendukung sebagai dapat dipergunakan dalam proses belajar mengajar di program Kaki Langit, antara lain:

  • Seragam latihan silat
  • Perlengkapan berkebun, bibit tanaman, alat penyulingan
  • Komputer, internet, printer, meja komputer, stabilizer/ups, networking (kabel dan router / wireless)

 

Demikian pengkajian konsep ulang mengenai program Kaki Langit, semoga dapat menorehkan harapan bahwa silatorium bagi perguruan dapat memperbesar peluang keilmuan PGB Bangau Putih sebagai suatu ilmu pengetahuan yang dapat beririsan dengan disiplin ilmu lain serta bermanfaat besar bagi masyarakat sekitar perguruan pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya, mampu bersumbangsih bagi bangsa dan negara melalui pendidikan dan laku budaya.

 

Salam Perguruan



Tentang Bangau Putih

Perguruan Silat Persatuan Gerak Badan (PGB) Bangau Putih berdiri sejak tanggal 25 Desember 1952. Pendiri adalah (alm) Suhu Subur Rahardja. Penerus sekarang adalah Guru Besar Gunawan Rahardja. Perguruan ini berpusat di Bogor, beralamat di Jl. Kebon Jukut No,1, Sukasari - Bogor 16142. ====================================== Persatuan Gerak Badan, (PGB) Bangau Putih, is a martial art school and community association that was founded in Bogor, West Java on December 25th, 1952 by the late Master Subur Rahardja or known as Suhu Subur. The Cent

PGB Bangau in English Selengkapnya

Info PGB Bangau Putih


Info Lainya

Berita Terbaru


Berita Lainya
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
Ming

Anggota Terbaru

Acep firmansyah
Adraidge
Adrian Dwiputra
agus santoso
AKBAR SUKMA YUDA
Alison Ray
amirsatiragani
andreas alexander
Andy
Andytha Ramadhani Rachel
Anggono Wisnudjati
Anthonius Rahardja
Antonius Eko Puji Atmoko
Aryo Rahadianto
basem alasker
Baso Ahmahd
Benny Mustafa
bernadsatriani
Bettysoomo
bodi ruci
Bre
BrianPoive