Bincang dengan Pelopor PGB Peduli

Jika berbicara tentang PGB Peduli tidak akan bisa lepas dari sosok Ibu Hettyana Rahardja, atau yang biasa disebut Ibu Guru di lingkungan PGB Bangau Putih.  Ibu Guru bisa dikatakan sosok Ibu bagi murid-murid di PGB Bangau Putih, sosok seorang Ibu yang kadang lembut, kadang keras dan kadang cerewet kepada anak-anaknya di PGB Bangau Putih hadir dan sangat terasa. Karena kelembutan hatinya pulalah yang menjadi salah satu penggerak terbentuknya PGB PEDULI di lingkungan PGB Bangau Putih.

Ketika saya berbincang dengan Ibu Guru, terbersit di benak saya untuk bertanya lebih jauh tentang mulai terbentuknya PGB PEDULI hingga harapan dari sosok beliau. Berikut hasil bincang-bincang singkat kami :

Y   : Bagaimana awal mulanya hingga terbentuknya PGB PEDULI, bu Guru?

H : Awalnya hati saya tergerak untuk membantu orang lain saat bencana Tsunami Aceh terjadi, kesedihan yang sangat besar saya alami melihat korban yang sangat banyak dari bencana ini. Bahkan waktu itu saya mengungkapkan ke Guru untuk menjadi relawan dan terjun langsung kesana. Tetapi akhirnya karena keadaaan yang tidak memungkinkan, saya membatalkan niat saya.

Saya mengungkapkan keinginan saya kepada beberapa teman. Kurang lebih enam (6) bulan dari situ saya bersama beberapa orang dari tim Gereja berangkat ke Wasior, Papua. Kebetulan disana terjadi bencana banjir bandang besar, kami melakukan kegiatan sosial pengobatan dan pembagian sembako. Dari sini saya seperti tidak ada capeknya, dan sangat bersuka cita mengikuti kegiatan-kegiatan sosial berikutnya. Nias, Flores, Mentawai, Nusa Tenggara Timur, Kupang, hingga ke daerah Asmat, Papua saya kunjungi. Saya menyadari ternyata masih sangat banyak orang yang berkekurangan dan mengalami musibah.

Dari sini saya berpikir, kenapa tidak melakukan kegiatan sosial di lingkungan saya, lingkungan PGB Bangau Putih dan daerah sekitarnya. Permintaan juga datang dari beberapa senior di PGB Bangau Putih untuk melakukan bakti sosial di daerah mereka. Akhirnya saya pun mengajak beberapa orang dari PGB Bangau Putih waktu itu untuk melakukan kegiatan sosial di Panti Asuhan, Parung. Bisa dibilang itulah awal mula terbentuknya PGB Bangau Putih PEDULI.

Y : Dari semua kegiatan sosial yang pernah Ibu Guru lakukan, mana yang paling berkesan ?

H : Saya sudah lupa karena sanking banyaknya (Ujar beliau sambil tertawa). Tetapi semua kegiatan sosial memiliki kesan tersendiri sebenarnya. Bisa dibilang kegiatan sosial pertama saya di Wasior, Papua  adalah yang paling berkesan. Daerah Wasior, Papua ini terkena musibah Banjir Bandang Besar hingga sekitar 1.000 lebih kepala keluarga kehilangan harta dan tempat tinggal mereka. Ketika sampai ditempat terjadinya bencana, yang bisa dibilang sangat besar, hati saya sangat sedih melihat kondisi para korban. Mereka tinggal di rumah buatan pemerintah setempat yang terbuat dari seng dan berukuran 3×4 meter persegi untuk satu keluarga. Satu keluarga kebanyakan memiliki 3 hingga 4 anak, jadi bisa dibayangkan semua kegiatan mereka lakukan di ruang kecil tersebut setiap hari. Mereka tidak punya uang untuk membangun rumah, bahkan tidak tahu kapan akan punya rumah yang layak lagi, karena semua harta benda dan mata pencaharian mereka pun hilang seiring dengan banjir bandang. Kami tahu bahwa bantuan kami waktu itu sebenarnya hanya sedikit solusi dari masalah mereka. Kami melakukan kegiatan pengobatan gratis, membantu mengatasi penyakit yang saat itu terjadi karena bencana, apalagi mereka tinggal ditempat yang seadaanya. Lalu juga membagikan sembako dan pakaian layak pakai. Disitu saya merasa sangat bersyukur akan keadaan saya saat ini.

Y : Apa sebenarnya Visi Misi Ibu Guru untuk PGB PEDULI ?

H : Bagaimana ya bahasa lugasnya, tetapi jika dari kacamata dan keinginan saya. VISI PGB PEDULI adalah Melayani mereka yang benar-benar membutuhkan, membuat lebih banyak orang tersenyum dan bahagia.   Bicara Misi, PGB PEDULI menjadi PENYALUR BERKAT, membantu mereka yang punya niat tulus membantu orang lain tetapi tidak tahu harus kemana dan membantu mereka yang butuh bantuan, bahasa sederhananya menyalurkan bantuan dari yang berkelebihan ke yang berkekurangan.

Y : Apa Harapan Ibu Guru untuk PGB PEDULI dimasa akan datang ?

H : Yang saya sangat banggakan dari tim PGB PEDULI saat ini adalah kerjasamanya, keinginan untuk sama-sama membantu orang lain dengan sukacita, hal ini tidak saya lihat ditempat lain. Harapan saya PGB PEDULI semakin berkembang, tetap bekerja bersama-sama dengan sukacita, tanpa pamrih dan tanpa paksaan baik itu donatur maupun relawan, sehingga akan semakin banyak mereka yang terbantu, tersenyum dan bahagia dimasa akan datang.

Demikian bincang-bincang singkat saya dengan Ibu Guru, yang makin menegaskan kekaguman saya akan sosok beliau, teladan dalam hal ketulusan hati dan cinta kasih akan sesama.

Salam Peduli

Yanti Tjiu

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!