Laporan Kegiatan Mei – Agustus 2017

Laporan Kegiatan Mei – Agustus 2017

Salam Peduli,

Kali ini tim PGB Peduli akan melaporkan kegiatan PGB Peduli mulai bulan Mei hingga Agustus 2017. Banyak keseruan-keseruan yang didapat di kegiatan PGB peduli di rentang waktu ini.

Sebelumnya kami Tim PGB Bangau Putih Peduli tidak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada semua donatur, baik donatur berupa materi maupun berupa barang, yang telah mempercayakan donasinya kepada kami untuk disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.

Sangat banyak mereka yang terbantu karena uluran tangan anda semua. Rasa terima kasih, tangis haru, hingga doa syukur yang mereka haturkan, kami sampaikan melalui laporan ini. Dan kami sekali lagi menegaskan bahwa ini semua bisa terjadi KARENA ANDA. Semoga kesehatan, kesejahteraan dan kebahagiaan selalu menyertai anda semua.

Anda bisa melihat laporan keuangan di lampiran foto bersama dengan laporan kegiatan ini. Atau untuk laporan lebih jelas, anda bisa bertanya kepada tim PGB Peduli bagian donasi. Terima kasih.

 

Read more

Bazaar 10 Juni 2017

Kegiatan BAZAR MURAH PGB PEDULI yang diadakan pada hari Sabtu, 10 Juni 2017 telah berlangsung lancar.

Hasil yang kami peroleh dari kegiatan ini adalah sebesar Rp. 11.396.000,-

Hasil yang kami peroleh akan kami pergunakan untuk membeli sembako dan kain sarung yang nantinya akan kami sumbangkan kepada saudara/i  difabel , untuk bantuan anak sekolah  serta untuk saudara/i kita yang membutuhkan. 

Kami PGB Peduli mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Kami juga berterima kasih kepada para relawan – relawan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan Bazar Murah ini. Terima kasih.

Salam Perguruan .

Bercocok Tanam

Bercocok Tanam

Kegiatan PGB Peduli di bulan Juni 2017,  diawali dengan kegiatan yang melibatkan langsung warga sekitar perguruan, tepatnya di warga RW 05 kel sukasari bogor timur, terutama anak-anak usia sekolah dasar dan menengah pertama.

Di pertengahan bulan Mei 2017, ibu guru mengundang ketua RW 05 dan ketua RT untuk berdialog di rumah perguruan. Berawal dari ide seorang ibu guru untuk menanam bibit tanaman cabe yang harganya sempat pedas bagi ibu-ibu rumah tangga. Dari ide tersebut berkembang untuk dilombakan hingga nanti pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, pd tgl 17 Agustus 2017.

Setelah terdata anak-anak di lingkungan warga tersebut, kegiatan bercocok tanam akan diadakan pada tanggal 1 Juni 2017, yang bertepatan dengan hari libur nasional, Hari Lahir Pancasila. Sejumlah 64 anak mengikuti acara dan berkumpul di TC Bogor. Diawali dengan absensi kehadiran, pembagian sarung tangan dan polybag. Selanjutnya anak-anak diajak berbaris rapi menuju rumah jalan roda 147, bogor yang berjarak kurang lebih 25 meter dari TC Bogor.

Setibanya di halaman belakang rumah jalan roda, anak-anak mendengarkan penjelasan mengenai cara mengolah tanah yang baik, yaitu dari campuran tanah, pasir, dan kompos. Setelah anak-anak mendapatkan bagian masing-masing 1 bibit tanaman di polybag kecil, mereka diajarkan memindahkan bibit tanaman tersebut ke polybag yang lebih besar.

Mereka saling bergantian tanpa berebut saat mengisi polybag besar dengan campuran tanah. Keseruan terjadi saat memindahkan tanaman kecil ke polybag besar. “Ini sudah betul belum, om?”, “tolongin saya dong tante, kenapa tanamannya menjadi miring?”, “Boleh diisi lagi ngga tanahnya, pak, biar kokoh tanamannya?”. Dengan sigapnya tim PGB Peduli membantu anak-anak agar bisa belajar menyelesaikan pekerjaannya serapi mungkin. Setelah tugas memindahkan tanaman diselesaikan, tibalah saatnya bagaimana harus menyiram tanaman tersebut. Dan tak terasa waktu sudah menunjukkan waktu pukul 17:00 wib.

Setelah anak-anak membersihkan tangan dan badannya lalu berkumpul kembali untuk menunggu waktu buka bersama. Keceriaan dan kegembiraan tersirat di wajah anak-anak setelah mendengar adzan maghrib tanda waktu berbuka sudah tiba. Dimulai dengan berdoa bersama dan dilanjutkan makan bersama.

Harapan

Program ke depan tentulah sangat menarik jika kegiatan ini bisa dilakukan tidak sekedar bercocok tanam, tetapi dapat mengajarkan anak-anak mengenai budi pekerti melalui olah gerak badan, yang ternyata dari peserta yang sangat dekat lokasinya dengan perguruan justru belum pernah berlatih silat. Semoga harapan untuk mengajak anak-anak berlatih silat mendapat respon dari orangtuanya, ketua RW-RT. Semoga. (An)

(foto doc. stefhie)

Januari – April 2017

Salam Peduli,

Bertemu kembali dengan kami tim PGB Peduli, berikut kami akan melaporkan kegiatan PGB Peduli dari bulan Januari hingga April 2017.

Sebelumnya kami Tim PGB Bangau Putih Peduli mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua donatur, baik donatur berupa materi maupun berupa barang, yang telah mempercayakan donasinya kepada kami untuk disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.

Anda bisa melihat laporan keuangan di lampiran foto bersama dengan laporan kegiatan ini. Atau untuk laporan lebih jelas, anda bisa bertanya kepada tim PGB Peduli bagian donasi. Terima kasih.

JANUARI 2017

Pembagian Bingkisan IMLEK untuk Lansia

Awal tahun 2017 dimulai dengan perencanaan Pembagiaan Bingkisan Imlek untuk Lansia, warga sekitar PGB Bangau Putih Pusat. Kegiatan awal adalah mendata jumlah lansia yang akan mendapatkan bingkisan dan mengumpulkan donasi dari para donatur. Bingkisan dibagikan kepada Lansia yang tidak mampu ataupun sudah tidak memiliki keluarga. Bingkisan yang dibagikan berupa : Kue Keranjang, Biskuit Khong Guan, Beras, Mie Atom, Kopi, Gula, Teh, dan Angpao berisi Rp 100.000,-. Sebanyak 40 orang Lansia dibagikan bingkisan Imlek ini pada tanggal 24 Januari 2017. Sebagian Lansia datang ke PGB Bangau Putih Pusat di Kebon Jukut, sebagian bingkisan lagi diantarkan ke mereka yang sakit dan sudah lanjut usia. Dana dikeluarkan sebesar Rp 8.122.400,-.

Membantu Rumah Ibadah Flores

Selain itu PGB Peduli juga membantu menyediakan kursi untuk Gereja di pedalaman Flores. Biaya 3 bangku kursi panjang sebesar  Rp 3.900.000,-

Kunjungan ke SAHABAT DISABILITAS

Tim PGB Peduli juga mengadakan kunjungan ke Panti disabilitas pada tanggal 21 Januari 2017. Panti yang disebut SAHABAT DISABILITAS di Jalan Kedongdong C4  No.26 Bogor ini, mengadakan acara pengajian setiap hari sabtu. Begitu juga pada saat tim PGB Peduli berkunjung. Para Sahabat DISABILITAS sedang mengadakan pengajian dan tausiah. Dari kunjungan ini ada beberapa yang dibutuhkan:

  1. Dona, ingin berjualan kacang
  2. Iyang, ingin berjualan tissue
  3. Ibu Lili, suaminya sudah tidak bekerja sebelumnya (supir angkot) sekarang terkena stroke, ingin berjualan air rivero di terminal
  4. Didin, memiliki anak yang namanya Adi (5 tahun) bibirnya sumbing sampai ke langit-langit, sudah di operasi 3x tetapi hasilnya kurang baik, sering keluar cairan dari telinga
  5. Bu Emi (tunanetra), membantu 35 orang tuna netra kurang mampu, sehari-harinya membutuhkan bantuan sembako atau makanan
  6. Ada kebutuhan 4 kursi roda

Dari sini PGB Peduli langsung mengeluarkan dana untuk Dona dan Iyang berjualan (kacang Rp 81.000,- dan tissue Rp 30.000,-total Rp 111.000,-), selanjutnya akan diadakan kunjungan lagi khusus tunanetra untuk memberikan langsung kebutuhan mereka.

 

FEBRUARI 2017

PGB Peduli Acara Pesta Rakyat Cap Go Meh

Sejalan dengan semangat PGB Peduli yang membantu  melestarikan ??? PGB PEDULI juga membantu pengumpulan dana untuk acara Pesta Rakyat Cap Go Meh, Bogor. Dengan tanpa menggunakan dana di rekening PGB Peduli, tim mengadakan bazaar murah di Vihara Danagun untuk membantu acara pesta rakyat ini. Selain membantu mengumpulkan dana, PGB Peduli juga membantu warga sekitar membeli barang atau pakaian baru dan layak pakai dengan harga sangat terjangkau mulai Rp 5.000,- hingga Rp 20.000,-.

Dari pengumpulan dana Donatur terkumpul Rp 3.840.000,- , penjualan baju dan barang layak pakai terkumpul sebesar Rp 12.325.000,- dana yang digunakan untuk sewa tempat bazaar dan dana yang terpakai selama Cap Go Meh sebesar Rp 13.300.000,-. Dana sisa sebesar Rp 2.865.000,- masuk ke rekening PGB PEDULI untuk nanti disalurkan ke mereka yang membutuhkan.

MARET – APRIL 2017

Kunjungan Ke Komunitas Tuna Netra, Tajur Bogor

DI bulan Maret PGB Peduli mempersiapkan keperluan untuk kunjungan ke Komunitas Tuna Netra, mulai dari paket sembako hingga kebutuhan tongkat disiapkan untuk mereka.

Acara kunjungan diadakan pada hari Sabtu, 1 April 2017. Tim PGB Peduli berangkat dari PGB Bangau Putih Pusat, Kebon Jukut Bogor menuju daerah Tajur tempat para tuna netra berkumpul dan mengadakan pengajian. Sampai di tempat acara sekitar pukul 10.00 telah berkumpul kurang lebih 35 orang tuna netra yang kebanyakan sudah lanjut usia.

Dalam acara kunjungan kali ini dibagikan paket sembako dan tongkat, PGB Peduli hanya menyiapkan 20 tongkat, karena berpikir sebagian sudah punya tongkat, tetapi rupanya karena keterbatasan ekonomi  hampir semua tidak punya tongkat, tim PGB Peduli berjanji akan memenuhi sisanya. Selain itu akan dipersiapkan papan tulis braille (pantule) agar mereka bisa belajar membaca huruf braille. Di kunjungan kali ini juga diadakan sesi untuk mendengarkan keluh kesah dari para tuna netra, makan bersama hingga akhirnya pembacaan puisi dari salah satu penyandang tuna netra. Dana yang disalurkan untuk kunjungan kali ini sebesar Rp 7.289.700,-

ACARA KOTRA

PGB Peduli kembali diminta oleh pihak KOPASSUS untuk menjadi tim medis diacara KOTRA. Acara balap motor trail di daerah gunung ini bertujuan untuk menyalurkan minat positif para pemuda dan juga mendekatkan aparat dengan warganya. Agenda membantu acara Kotra ini menghabiskan dana sebesar Rp. 2.232.312,- .

Di bulan April ini PGB Peduli juga melakukan persiapan untuk melakukan baksos bersama Komunitas Ibu Pemilah Sampah di Jogjakarta. Acara dilakukan di Jogja karena PGB Bangau Putih memiliki jadwal workshop Tao Kung di kota ini.

Selain acara bakti sosial yang memang hampir pasti diadakan 1 bulan sekali. PGB Peduli selalu membantu mereka yang tiba-tiba atau tim peduli lihat butuh bantuan.

Seperti antara lain :

  • Amel anak kelas 4 SD yang sejak lahir hanya punya 1 kaki dan tangan kanannya tidak berjari. PGB Peduli memberikan : 2 stel baju seragam, 1 pasang sepatu, alat tulis hingga alat mandi.
  • Membagikan paket kebutuhan makanan sehari-hari berupa kornet, sarden, bihun, abon, jeruk, minyak, telur dan kecap manis ke Rumah Singgah.
  • Memberikan bantuan langsung biaya transportasi untuk orang tua tuna netra yang ingin membawa anaknya operasi bibir sumbing ke RSCM.

Demikianlah kegiatan PGB Peduli dari bulan Januari hingga April 2017. Semoga laporan kegiatan kami dapat bermanfaat bagi donatur, calon donatur atau semua teman-teman yang ingin berbagi untuk sekelilingnya.

Membantu orang lain bisa kita lakukan dimana saja, tidak harus selalu berupa materi ataupun barang, tetapi bisa dimulai dari hal-hal kecil. Memberikan senyuman ketika orang lain sedang sedih, mendengarkan ketika mereka dalam kesusahan, membantu mereka yang tersesat, banyak contoh lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

Jangan batasi diri kita untuk berbuat baik kepada orang lain, berbuat baik tidak selalu tentang materi.

Salam Peduli.

Hilman, Anak Asuh PGB Peduli

Hilman, Anak Asuh PGB Peduli

Ketika bertandang ke  PGB Bangau Putih Bogor, adalah hal yang biasa jika kita melihat mereka yang dari berbagai latar belakang berkumpul. Teras depan hingga Training Center menjadi tempat berinteraksi satu manusia dengan manusia lainnya.

Cinta kasih, salah satu mukadimah Guru besar sangat terasa ketika kita berada di PGB Bangau Putih. Orang-orang datang untuk berlatih, bertukar pikiran hingga berobat di balai pengobatan, bahkan beberapa orang datang sekedar untuk menenangkan pikiran, keinginan untuk datang dan datang lagi selalu muncul kata Mereka.

Jika kita sering berada disana, sesekali kita akan bertemu dengan satu anak penyandang disabilitas bernama Hilman. Walaupun menggunakan kursi roda, Hilman tetap energik dan semangat, menebarkan senyum ke semua orang yang menyapanya. Banyak yang bertanya siapa anak ini? Ya, Hilman adalah bagian dari PGB Bangau Putih, lebih tepatnya anak asuh PGB Peduli.

Ibu Guru Hettyana Rahardja pertama kali bertemu dengan Hilman di Jalan Suryakencana dalam perjalanan menuju pasar. Keinginan Hilman untuk membahagiakan Emaknya hari itu dengan membelikannya buah, membuatnya berjodoh dengan Ibu Guru. “Hilman kala itu terlihat berusaha sangat keras untuk memutar kursi rodanya”, cerita Ibu Guru sambil mengingat. “Bayangkan kursi rodanya sudah gak punya ban, jadi cuma velg aja” kata Bu Guru lagi. Ibu yang memang hatinya penuh cinta kasih, gak bisa diam saja, beliau langsung tergerak untuk mendekati dan bertanya. Ternyata Hilman dan keluarganya tidak cukup dana untuk membeli kursi roda baru, akhirnya Ibu meminta Hilman untuk datang lagi ke PGB Bangau Putih sehingga bisa dibelikan kursi roda baru. Walaupun awalnya Hilman sempat menolak. Ibu Guru pun bahkan berinisiatif untuk datang langsung ke rumahnya di daerah Sukamulya.

Singkat cerita, Hilman ternyata bukanlah anak kandung dari Emak dan Bapak yang membesarkannya. Hilman diketemukan oleh keluarganya. Walaupun mereka keluarga tidak mampu, dengan segala kekurangan Hilman, Emak dan Bapaknya tetap membesarkannya seperti anak kandung. Kala itu Hilman bercerita bahwa dia sekolah di SMP dan belum bayar uang SPP selama 3 bulan. Keseriusan dan kesungguhannya untuk bersekolah ketika ditanya membuat Ibu Guru pun tersentuh dan akhirnya menanggung biaya sekolahnya hingga lulus SMP. Hingga akhirnya pertengahan tahun 2016 diputuskan Hilman menjadi anak asuh PGB Peduli ketika kedua orang tua Hilman meninggal karena sudah tua dan sakit-sakitan.

Walaupun memiliki kekurangan Hilman punya keinginan untuk bersekolah di sekolah Mekanik, tetapi karena sangat jauh dari daerah tempat tinggalnya, akhirnya diputuskan untuk bersekolah di SMK daerah Warung Jambu. Hilman anak yang lincah dan semangat, pagi-pagi jam 4-5 tergantung kondisi cuaca Hilman akan naik angkot untuk pergi ke sekolah sehingga tidak terlambat sampai di sekolah. Bagaimanapun kondisi mau hujan atau pun panas tetap dilaluinya. Mungkin bagi kita gak terbayangkan harus naik kursi roda, tetapi bisa naik angkutan umum juga. Inilah bukti kegigihan seorang Hilman, dia tidak malu apalagi gengsi dalam menjalani apapun. Salah satu alasan PGB Peduli menjadikan Hilman anak asuh, dan membiayai kehidupan hingga sekolah Hilman setelah kedua orang tuanya meninggal.

“Adanya Hilman mengingatkan kita untuk selalu bersyukur”, kata Ibu Guru mengingatkan di suatu waktu. Ya, masih banyak mereka yang tidak beruntung di kehidupan ini, bersyukur dan berusaha membantu mereka yang kurang beruntung adalah salah satu cara kita untuk menyebarkan cinta kasih terhadap sesama dalam kehidupan ini. (Yanti)